Inilah Syarat agar Pengajuan Kredit Disetujui Bank

Dari latin credere, kredit didefinisikan sebagai kepercayaan. Ini juga berarti bahwa pemberi pinjaman (bank) meminjamkan dirinya untuk meminjamkan kepada pemberi pinjaman. Dalam perkembangannya, pemberian pinjaman telah memperhitungkan beberapa faktor manajemen risiko untuk menghindari kredit macet. Banyak kasus pengajuan kredit ditolak dan beberapa ditolak. Banyak orang bingung mengapa kredit mereka ditolak. Tambahkan ke ketentuan ini bahwa bank tidak wajib memberikan alasan mengapa mereka menolak untuk memberikan kredit.

Sementara bank memiliki alasan berbeda untuk menerima atau menolak aplikasi kredit, bank memiliki standar yang sering dikutip. Aplikasi kredit dalam bentuk aplikasi pengajuan pertama kali dianalisis oleh analis kredit dipandu oleh banyak kondisi. Untuk analis kredit, keputusan untuk menyetujui atau menolak aplikasi kredit dibuat kemudian.

Apa persyaratan untuk mengajukan kredit?

Untuk mengajukan aplikasi, persyaratan administratif untuk aplikasi kredit harus dipenuhi. Setelah dokumen selesai, bank kemudian akan melanjutkan dengan proses aplikasi kredit ke tingkat berikutnya, analisis kredit. Setiap bank dapat menetapkan ketentuan yang berbeda untuk aplikasi kredit. Namun, secara umum, persyaratan bank adalah dalam bentuk:

Persyaratan umum, termasuk:

  1. Isi formulir aplikasi.
  2. Salinan identifikasi (ID, SIM atau paspor).
  3. Salinan akta nikah (bagi yang sudah menikah).
  4. Salinan kartu keluarga (KK).
  5. Salinan kata sandi bank dalam beberapa bulan terakhir.
  6. Kebutuhan khusus

Selain persyaratan umum, biasanya ada persyaratan yang lebih spesifik, termasuk:

Untuk pekerja / pekerja swasta, termasuk:

  • Kartu karyawan (karpet) dan asuransi tabungan dan pensiun (taspen) (fotokopi dan dokumen asli) untuk karyawan.
  • Upah dan sertifikat kerja perusahaan (untuk karyawan).
  • SK CPNS (salinan dan asli).
  • SK PNS.
  • Keputusan tentang promosi terbaru (fotokopi dan asli).
  • Hasil kenaikan gaji reguler terakhir (fotokopi dan asli).
  • Daftar pembayaran kolektif.
  • Rincian sertifikat pendapatan.

Untuk pengusaha, termasuk:

  • Salinan giro atau giro atau tabungan di bank mana pun dalam 3-6 bulan terakhir.
  • Data keuangan lainnya, seperti neraca Anda, laporan laba rugi, catatan penjualan dan pembelian harian dan data akuntansi lainnya.
  • Untuk aplikasi hipotek dan hipotek kendaraan, Anda harus memberikan pembayaran di muka (DP) sesuai ketentuan (10-15% dari pembayaran hipotek).
  • Untuk proses yang lancar, pastikan untuk berkonsultasi dengan bank Anda untuk mencari tahu persyaratan apa yang berlaku untuk kredit.

Sejauh ini, apa yang kebanyakan orang tahu tentang analisis kredit terbatas pada Pemeriksaan BI. Penting untuk dicatat bahwa Inspeksi BI hanya bagian dari analisis berdasarkan Prinsip 5C: karakter (karakter calon debitur), kemampuan (kemampuan kreditor untuk membayar), modal (kondisi keuangan debitur), jaminan (unsur-unsur jaminan) dan kondisi (kondisi ekonomi).

Prinsip ini tercermin dalam kepribadian debitur. Ini dapat dilihat dari wawancara layanan pelanggan dengan calon peminjam yang mengajukan kredit, latar belakang, kebiasaan gaya hidup, calon peminjam dan banyak lagi. Inti dari prinsip karakter ini adalah untuk mengevaluasi calon peminjam jika mereka dapat dipercaya untuk bekerja dengan bank. Bank biasanya menggunakan Pemeriksaan BI untuk menentukan karakter calon peminjam. Prosesnya terdiri dari meneliti sejarah kredit calon peminjam dengan mengakses sistem informasi kredit Bank Indonesia (SID). Semua riwayat kredit dari orang yang mengajukan kredit disimpan pada SID ini.

Karena itu, jika calon peminjam terlambat, jangan berharap permohonan kredit disetujui. Namun, ini tidak berarti bahwa Anda adalah orang pertama yang mengajukan kredit, sehingga disetujui oleh bank. Ada banyak pertimbangan lain yang akan menentukan.

Inilah Syarat agar Pengajuan Kredit Disetujui Bank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top